Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah s.a.w. :
Dia berkata: Aku ingin menjadi orang yang alim.
Baginda s.a.w. menjawab : Takutlah kepada Allah maka engkau akan jadi orang yang alim
Dia berkata: Aku ingin menjadi orang paling kaya
Baginda s.a.w. menjawab : Jadilah orang yang yakin pada diri sendiri maka engkau akan jadi orang paling kaya.
Dia berkata: Aku ingin menjadi orang yang adil.
Baginda s.a.w. menjawab : Kasihanilah manusia yang lain sebagaimana engkau kasih pada diri sendiri maka jadilah engkau seadil-adil manusia.
Dia berkata: Aku ingin menjadi orang yang paling baik.
Baginda s.a.w. menjawab : Jadilah orang yang berguna kepada masyarakat maka engkau akan jadi sebaik-baik manusia.
Dia berkata: Aku ingin menjadi orang yang istimewa di sisi Allah.
Baginda s.a.w. menjawab : Banyakkan dzikrullah niscaya engkau akan jadi orang istimewa di sisi Allah.
Dia berkata: Aku ingin disempurnakan imanku.
Baginda s.a.w. menjawab : Baikkanlah akhlakmu niscaya imanmu akan sempurna.
Dia berkata: Aku ingin termasuk dalam golongan mereka yang taat.
Baginda s.a.w. menjawab : Tunaikan segala kewajiban yang difardhukan maka
engkau akan termasuk dalam golongan mereka yang taat.
Dia berkata: Aku ingin berjumpa Allah dalan keadaan bersih dari dosa.
Baginda s.a.w. menjawab : Bersihkan dirimu dari dosa niscaya engkau akan menemui Allah dalam keadaan suci dari dosa.
Dia berkata: Aku ingin dihapuskan segala dosaku.
Baginda s.a.w. menjawab : Banyaklah beristighfar niscaya akan dihapuskan (kurangkan ) segala dosamu.
Dia berkata: Aku ingin menjadi semulia-mulia manusia.
Baginda s.a.w. menjawab : Jangan berprasangka pada orang lain niscaya engkau akan jadi semulia-mulia manusia.
Dia berkata: Aku ingin menjadi semulia-mulia manusia.
Baginda s.a.w. menjawab : Jangan berprasangka pada orang lain niscaya engkau akan jadi semulia-mulia manusia.
Dia berkata: Aku ingin menjadi segagah-gagah manusia.
Baginda s.a.w. menjawab : Senantiasa berserah diri (tawakkal) kepada Allah
niscaya engkau akan jadi segagah-gagah manusia.
Dia berkata: Aku ingin dimurahkan rezeki oleh Allah.
Baginda s.a.w. menjawab : Senantiasa berada dalam keadaan bersih (dari
hadast) niscaya Allah akan memurahkan rezeki kepadamu.
Dia berkata: Aku ingin termasuk dalam golongan mereka yang dikasihi oleh
Allah dan rasulNya.
Baginda s.a.w. menjawab : Cintailah segala apa yang disukai oleh Allah dan
rasulNya maka engkau termasuk dalam golongan yang dicintai oleh Mereka.
Dia berkata: Aku ingin diselamatkan dari kemurkaan Allah pada hari qiamat.
Baginda s.a.w. menjawab : Jangan marah kepada orang lain niscaya engkau akan selamat dari kemurkaan Allah dan rasulNya.
Dia berkata: Aku ingin diterima segala permohonanku.
Baginda s.a.w. menjawab : Jauhilah makanan haram niscaya segala permohonanmu akan diterimaNya.
Dia berkata: Aku ingin agar Allah menutupkan segala keaibanku pada hari qiamat.
Baginda s.a.w. menjawab : Tutupilah keburukan orang lain niscaya Allah akan menutup keaibanmu pada hari qiamat.
Dia berkata: Siapa yang selamat dari dosa?
Baginda s.a.w. menjawab : Orang yang senantiasa mengalirkan air mata
penyesalan, mereka yang tunduk pada kehendakNya dan mereka yang ditimpa
kesakitan.
Dia berkata: Apakah kebaikan terbesar di sisi Allah?
Baginda s.a.w. menjawab : Baik budi pekerti, rendah diri dan sabar menghadapi cobaan Allah.
Dia berkata: Apakah kejahatan terbesar di sisi Allah?
Baginda s.a.w. menjawab: Buruk akhlak dan sedikit ketaatan.
Dia berkata: Apakah yang meredakan kemurkaan Allah di dunia dan akhirat ?
Baginda s.a.w. menjawab : Sedekah dalam keadaan sembunyi dan penghubungkan persaudaraan.
Dia berkata: Apakan yang akan memadamkan api neraka pada hari qiamat?
Baginda s.a.w. menjawab : Sabar di dunia dengan bala dan musibah.
Kata-kata Habib Al-Ajami: " Buangkanlah rasa iri hati dari dalam dadamu terhadap orang lain. Tutupilah matamu dari kesenangan dunia. Sedarilah bahwa penderitaan adalah suatu pemberian yang sangat bernilai dan berharga. Sedarilah bahawa Allah menentukan setiap sesuatu".
(sumber : milist)
Rabu, 29 September 2010
Rabu, 10 Februari 2010
Amandemen Mou Kemenakertrans dengan IMM Jepang tentang Penyelenggaraan Pemagangan ke Jepang

Dari yang di lansir dari Pusat Humas Depnakertrans bahwasannya Indonesia menargetkan menempatkan 2.250 tenaga kerja ke Jepang pada 2010 dalam program pemagangan. Para peserta magang akan bekerja di sejumlah industri manufaktur dan sektor usaha lainnya di Jepang dengan masa kontrak kerja selama 3 tahun.
Demikian dikatakan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar seusai menandatangani amandemen MoU antara Kemanakertrans dengan Association for International Manpower Development of Medium and Small Enterprises (IMM) Jepang di ruang Tripartit Kemenakrtrans, Jakarta pada Senin (1/2). Dari Pihak IMM yang menandatangani adalah Presiden Direktur IMM Jepang Mr. Kyoei Yanagisawa.
Amandemen MoU antara Kemenakertrans dengan IMM berisi tentang peningkatan kerja sama penyelenggaraan program kerja pemagangan bagi tenaga kerja dari Indonesia di sejumlah perusahaan di Jepang. Secara umum program pemagangan ini bertujuan untuk peningkatan kompetensi tenaga kerja khususnya lulusan SLTA(SMU dan SMK).
Menakertrans mengatakan penandatanganan amendemen nota kesepahaman ini merupakan momentum penting untuk melanjutkan program peningkatan kompetensi pemuda Indonesia dengan magang di perusahaan Jepang yang tergabung dalam IMM yang merupakan sebuah yayasan yang menghimpun pengusaha menengah dan kecil di Jepang.
“Pemerintah terus berupaya mencari peluang untuk memberikan kesempatan bagi warganya meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman sebagai bekal diri bersaing memperoleh pekerjaan yang lebih baik,” katanya.
Menakertrans menjelaskan program pemagangan ke Jepang dimulai sejak 1993 hingga 2009 lalu sudah mengirim 29.587 orang. Sedangkan yang saat ini masih magang di Jepang sebanyak 5.668 orang, Tenaga kerja yang dikirim ke Jepang akan ditempatkan di perusahaan yang bergerak di 56 sektor bisnis, terutama industri manufaktur.
Untuk tahun pertama,lanjut Menakertrans, peserta pemagang mendapat gaji 80.000 yen (Rp 8,2 juta) per bulan. Selanjutnya untuk tahun kedua akan mendapatkan gaji 90.000 yen (Rp 9,2 juta) dan tahun ketiga 100.000 yen (Rp 10,2 juta).
"Setelah bekerja 3 tahun, tenaga kerja sudah memiliki kompetensi dan pengalaman yang bermanfaat untuk kerja di luar negeri maupun dalam negeri. Atau bahkan bisa buat usaha mandiri,"katanya.
Saat ini, peserta yang sedang mengikuti pelatihan pembekalan bahasa dan budaya Jepang untuk persiapan pemberangkatan tahap I di BBPLKLN Cevest Bekasi dan tahap II di daerah dengan total 301 orang. Menurut rencana akan diberangkatkan pada 10 Februari 2010 sebanyak117orang.
"Ke depan, program pemagangan diupayakan tidak hanya ke Jepang, namun juga ke negara lain. Seiring pemulihan ekonomi global, kita berharap bisa direalisasikan tahun ini juga. Selain bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar di dalam negeri,BBPLKLN Cevest juga berhubungan dengan perusahaan-perusahaan di luar negeri," kata Menakertrans
Menakertrrans mengatakan setelah menyelesaikan program selama tiga tahun, peserta pemagangan memiliki kompetensi dan sikap kerja serta pengalaman yang dapat digunakan untuk membekali diri memasuki pasar kerja dalam negeri atau membuka usaha mandiri.
Langganan:
Postingan (Atom)
